Antasan Bondan (2003). Antasan Bondan menghubungkan bagian alur sungai Martapura selepas kawasan basirih dengan bagian alur sungai martapura kawasan mantuil ke hilir
pengantin wanita, teman ibuku yang juga tetangga sebelah lanting (lanting adalah rumah tradisional terapung) di kampung Beriwit, Puruk Cahu (kota kecil di hulu sungai Barito), Kalimantan Tengah. Sebenarnya keluarga mempelai wanita dulunya tinggal di banjarmasin. Ketika jepang masuk, mereka mengungsi ke puruk cahu. Perkawinan itu Tahunnya 1960. Foto itu dikirim ke ibu ketika ibu masih tinggal di puruk cahu
Oleh: Arif Rahman. Banjarmasin sering disebut “kota seribu sungai”. Itu tentu saja hanya perumpamaan. Untuk menggambarkan betapa mudahnya menemukan sungai di Banjarmasin. Pendeknya, kemana saja kita melangkah dalam kota Banjarmasin, hampir selalu menjumpai sungai. Sungai yang paling besar kita jumpai adalah sungai Barito. Lebarnya rata-rata 650 m. Kota Banjarmasin berada di pinggi sungai ini. Di seberangnya adalah Tamban,salah satu kawasan Kabupaten Barito Kuala. Hulunya di pegunungan di kabupaten Murung Raya (Kalimantan Tengah) dan muaranya di. Perairan Tabunio atau Laut Jawa. Posisi Kota Banjarmasin di alur sungai barito termasuk dalam kawasan muara. Sungai besar kedua adalah Sungai Martapura. lebarnya rata-rata 150 m. mengalir berkelok-kelok membelah kota Banjarmasi. Berhulu di pegunungan di kabupaten Banjar dan bemuara di sungai Bariito wilayah Banjarmasin. Muara Sungai Martapura di Sungai Barito disebut Muara Mantuil. Posisi Kota Banjarmasin di alur Sungai Martapura ...
ket. gambar: wakil panglima kowilhan III kalimantan, may,jend soehaerto ketika berkunjung ke palangkaraya pada tahun 1972. disambut para pejabat militer dan sipil provisi kalimantan tengah
Mantaf
BalasHapusTerimakasih
Hapus